23 September 2015

Arleen Amidjaja dan Peluang Buku Anak Indonesia di Pasar Lokal & Dunia

Dalam khazanah cerita anak Indonesia kontemporer, ada beberapa karya penulis Indonesia yang dilirik oleh penerbit asing. Yang terbaru adalah buku-buku karangan Arleen Amidjaja. Tak kurang dari sembilan buku Arleen yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan diterbitkan di Arab Saudi.
Ceritanya bermula ketika Arleen dan beberapa penulis anak yang lain ikut hadir dan memamerkan karyanya di gelaran Bologna Book Fair, April 2015 kemarin. Salah satu penerbit Arab Saudi, setelah singgah di stand Indonesia dan mendapatkan penjelasan tentang buku-buku anak karya penulis Indonesia, penerbit tersebut meminta contoh buku sebanyak 13 judul. Dari jumlah yang ditawarkan, mereka akhirnya memilih 9 judul untuk diterjemahkan dan diterbitkan di negaranya.
Terkait penerjemahan dan penerbitan oleh penerbit Arab tersebut, Arleen menjelaskan, “Hak terbitnya saja yang dibeli, bukan hak ciptanya. Jadi mereka bayar ke penerbit kita di sini, untuk mendapatkan hak menerbitkan dan menjual buku itu di negara mereka. Itu tidak selamanya, untuk jumlah tertentu saja. jika nantinya mereka ingin mencetak dan menjual lebih lagi, ya mereka mesti bayar lagi,” tuturnya.
Buku-buku Arleen yang diterjemahkan ke bahasa Arab , bentuk awalnya sudah bilingual (dua bahasa); Indonesia dan Inggris. Sebelumnya, buku-buku Arleen pun pernah diterjemahkan ke bahasa India, Vietnam, dan Malaysia. Sementara beberapa buku Arleen yang akan dibawa ke perhelatan Frankfurt Book Fair 2015 di antaranya; “Book of Bunnies”, “Dreamlets”, “I Love You Mom”, dan “Ally”. Kecuali "Ally" yang diterjemahkan ke bahasa Inggris, ketiga buku lainnya akan diterjemahkan ke bahasa Jerman.
Pada pelaksanaan pameran buku Oktober nanti, penulis yang mulai bergiat membuat buku di usia 30 tahun ini, juga akan mendongeng. Jadwal storytelling-nya adalah tanggal 14, 17, dan 18 Oktober 2015. Salah satu cerita yang akan dibawakan oleh Arleen diambil dari kisah “Book of Bunnies” karangannya sendiri.
Dalam riwayat kepenulisannya yang boleh dibilang belum terlalu panjang, Arleen sudah menulis tak kurang dari 230 buku cerita anak. Selain itu ia pun menulis novel remaja dan buku parenting. Hampir semua buku anak yang ia tulis selalu tersaji dalam bahasa Indonesia dan Inggris. ”Aku percaya anak kecil punya absorbent mind. Anak-anak di bawah usia 6 tahun, mempelajari sesuatu itu cepat sekali karena otak mereka seperti spon. Jadi kalau kita ingin anak kita menguasai bahasa lain, sebaiknya sedini mungkin,” ungkapnya kepada Forum Penulis Bacaan Anak.
Posisi Indonesia sebagai guest of honor di tahun ini, Arleen anggap sebagai sebuah kesempatan bagus yang seharusnya bisa dimaksimalkan. “Ini waktunya unjuk gigi, dan kita punya banyak bahan untuk ditunjukkan pada dunia!” ungkapnya bersemangat.
Namun meskipun demikian, Arleen juga punya catatan tersendiri terhadap perkembangan dan peluang buku anak Indonesia. Menurutnya, yang mula-mula mesti diperhatikan adalah pasar dalam negeri dulu. Hal ini karena pasar kita masih terlalu tergantung pada buku luar. Ia kemudian menambahkan, jika ketergantungan ini sudah bisa dikurangi, maka buku anak karya penulis Indonesia baru bisa diangsurkan ke dunia luar, dan mungkin bisa berkiprah di sana. [irf]

Postscript : 
Re-post catatan ini dimaksudkan sebagai arsip dari naskah yang telah dipublikasikan di Pulau Imaji, dalam rangka mendukung Indonesia sebagai Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015. Ikuti juga akun @PulauImaji untuk informasi seputar pameran buku tertua di dunia tersebut.

No comments:

Mudik dan Hal-hal yang Tak Selesai