20 November 2014

Cara Mencairkan Jamsostek

Setiap orang berperang dengan perkakas dan kemampuan yang dia miliki. Memang tak perlu khotbah, toh tukang cuanki pun sudah memahaminya, bahwa hari-hari ke depan dan yang telah berlalu tak lebih dari sebuah palagan. 

Demi apalah ini saya sampai menulis hal macam begini? Tapi kalau dipikir-pikir, barangkali hanya tulisan ini saja yang ada faedahnya bagi banyak orang jika dibanding dengan tulisan-tulisan saya yang lain, yang banyak mubazirnya itu. 

Mula-mula lebih baik mandi dulu, kemudian sarapan demi menghadapi antrian panjang yang membosankan. Berangkat pagi akan lebih baik. Bagi yang merokok cukup membawa satu bungkus saja, kalau-kalau nanti pas bosan menunggu mau membakar dulu cigarette. Kalau punya bawa juga airphone dan buku favorit. Buat apa? Mereka akan sangat bermanfaat kalau nanti sudah ada kantor BPJS.

Yang malu bertanya tidak disarankan datang, sebab ada beberapa hal yang saya yakin akan cukup membingungkan dan memerlukan pertolongan petugas yang bersangkutan. Tanya saja, toh mereka juga ramah-ramah, apalagi di Bandung yang orang-orangnya pada someah hade ka semah.

Dokumen-dokumen yang mesti dibawa ke kantor BPJS Ketenagakerjaan tak kurang dari ini :
1.  Kartu Jamsostek (Asli & Fotocopy)
2.  KTP (Asli & Fotocopy)
3.  Kartu Keluarga (Asli & Fotocopy)
4. Surat Keterangan dari kantor/Paklaring (Asli & Fotocopy)

Biasanya di kantor BPJS sudah ada prosedur bagaimana cara mencairkan/klaim jamsostek yang berbentuk visual yang jelas. Tapi kalau tetap tidak mengerti langsung tanya saja, toh kamu juga makhluk sosial kan?

Sebisa-bisa saya coba jelaskan alurnya di sini :

1. Mengisi form yang telah tersedia (di antaranya termasuk juga form dari Bank Mandiri yang  mesti diisi). Siapkan materai yang 6,000.- sebab ada satu form yang memerlukan itu.

2. Masukkan form yang telah diisi beserta dokumen-dokumen yang telah disebutkan sebelumnya ke dalam map yang juga telah disediakan, dan masukkan ke “dropbox” yang dekat petugas untuk dilakukan pemeriksaan/verifikasi kelengkapan dokumen.

3. Kalau dokumen sudah lengkap petugas pemeriksa dokumen langsung memberi nomor antrian untuk pelayanan di petugas klaim (antrian ini yang lama dan membosankan). Di sinilah fungsinya rokok dan alat-alat hiburan yang lain. Paham kan ya maksud saya?

4. Kalau antrian sudah tepat di nomor kita, petugas klaim akan tanya-tanya seperlunya dan akan memfoto kita lewat kamera yang ada di belakang layar komputer yang dia pakai. “Maaf kakak, saya mohon ijin untuk membidikkan kamera, boleh kah?” begitu kurang lebih greeting-nya kalau di Ambon.

5. Tibalah pada puncaknya (hiperbola sih ini kalimatnya); petugas klaim akan memberi tahu total saldo yang kita punya, dan kapan uang itu akan cair. Biasanya tak lebih dari 3 (tiga) hari setelah hari itu dana sudah dapat kita terima.  

Barangkali ada beberapa pertanyaan tambahan, seperti berikut? Langsung saya jawab saja :

1. Mencairkan Jamsostek bisa di mana saja. Misalnya alamat perusahaanmu yang terakhir di Jakarta dan alamat KTP di Majalengka, tapi klaim-nya di Bandung : saya bilang “bisa kakak!” (asal masa kerjanya tak kurang dari 5 tahun)

2. Lima tahun itu bisa diakumulasi (2 tahun di perusahaan A, dan 3 tahun di perusahaan B) asal make sure aja bahwa keduanya memang terdaptar sebagai anggota Jamsostek (ya iyalah kakak!)

3. Kalau pencairannya via bank (ada opsi lain sih, via Pos juga bisa) dan buku tabunganmu hilang, don’t worry, asalkan ATM-nya masih aktif ga masalah. Akan langsung ditransfer ke ATM dengan pemotongan biaya kliring antar bank bagi yang tabungannya non Mandiri (BCA misalnya. Tenang, kecil kok biayanya)   

Saya kira prosedur dan persyaratannya ga rumit atau nyebelin. Malah masih dalam batas kesabaran yang wajar. Disebabkan ini bukan tulisan berbayar, maka saya sudahi saja. Kiranya bermanfaat bagi saudara dan khalayak ramai yang memerlukannya. [ ]

No comments:

Mudik dan Hal-hal yang Tak Selesai