18 October 2013

Orang-orang Bloomington

Apakah kau pernah punya tetangga yang cerewet, usil, jorok, nyinyir, menjengkelkan, menyebalkan, dan sok tahu?. Bagaimana perasaanmu punya tetangga-tetangga seperti itu?. Tidak nyaman bukan?. Kalau kau belum punya, mari kita jalan-jalan ke Bloomington bersama Budi Darma. Bersama penulis yang tidak jarang sangat tega memperlakukan tokoh-tokoh ceritanya. Bersama penulis yang telah melahirkan beberapa karya : Rafillus, Olenka, Fofo Senggring, Orang-orang Bloomington, dll. Saya dapat buku ini di Rumah Buku (komunitas pecinta buku dan film), di Jalan Hegarmanah-Setiabudi (yang tidak tahu Bandung, mohon maaf). 

Buku kumpulan cerpen ini akan sangat terasa bedanya, oleh mereka yang berbanyak membaca cerpen karangan penulis-penulis lain. Kalau kau pernah baca cerpen-cerpennya Joni Ariadinata, Hamsad Rangkuti, Helvy Tiana Rosa, Gola Gong, Seno Gumira Ajidarma, AA. Navis, Djenar Maesa Ayu, dan yang lainnya, maka kau akan tahu bahwa Budi Darma membangun karakter tokohnya dengan sangat kuat. Dia perlakukan tokoh-tokohnya menjadi orang-orang yang menjengkelkan, menyebalkan, dan karakter-karakter yang lain. Orang mungkin akan berpikir bahwa si penulis, si Budi Darma ini adalah seorang yang sifatnya sama dengan tokoh-tokoh yang dia bangun, padahal kata orang-orang yang kenal dengan beliau, dia adalah seorang yang low profile, kontradiktif dengan tokoh-tokoh rekaannya. Kumpulan cerita ini menurut saya bisa menjadi sebuah bahan otokritik : apakah kita sering usil, cerewet, dan membuat orang lain jengkel?. Selamat bercermin.

Setelah selesai membaca buku ini, saya sempat bersemangat menulis cerpen dengan karakter tokohnya meniru gaya Budi Darma, tapi hasilnya hanya beberapa paragraph : “Penghuni Kost Nyonya Endeus” dan “Olva Mengintip di Jendela”, yang saya posting di uwa82.multiply.com, setelah itu saya belum pernah menulis cerpen lagi.

Budi Darma membuat karya ini sewaktu beliau menempuh studi di Bloomington, jadi semacam oleh-oleh dari hasil “jalan-jalan”-nya di negeri orang. Sepulang dari luar negeri, beliau sempat mengajar di beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur, dan di peta Sastra Indonesia, beliau mendapat tempat yang cukup terhormat. [ ]

No comments:

Mudik dan Hal-hal yang Tak Selesai