18 October 2013

Hikari No Michi

Apa yang kau ketahui tentang Jepang?, tentang negeri Matahari terbit itu?. Mungkin anak-anak akan segera menyebut Doraemon dan kafilah tokoh kartun lainnya. Orang-orang tua yang masih tersisa dari zaman penjajahan, mungkin akan teringat kembali pengalaman pahit tentang Jugun Ian Fu. Dan anak-anak muda yang hidup di zaman facebook, mungkin akan bersicepat menyebut nama bintang film porno yang kabarnya akan datang ke Indonesia, namanya tak usahlah saya sebutkan : pasti kalian sudah hafal di luar kepala. Ternyata Jepang tidak sekedar kartun dan bunga Sakura, tapi ada juga sisi lain dari kehidupan masyarakatnya yang diceritakan oleh buku yang belum lama saya beli.

Hari itu Jakarta seperti biasa sedang panas, bikin malas untuk keluar kamar. Cucian sudah dari pagi di jemur, dan menyisakan saya yang tidak ada kerjaan selain membaca buku-buku usang, buku-buku yang sudah lama nongkrong di lemari. Lalu ide datang menghampiri : bagaimana kalau saya mencari hembusan AC, mungkin akan segar betul di tengah udara yang garang memanggang. Dan sudah dapat ditebak ke mana saya akan pergi? : Gramedia Cempaka Mas. Lihatlah saya meluncur ditemani kantong kecil yang setia di punggung.

Monster oranye sudah menunggu di mulut jalan, penumpangnya kusut semua, mungkin mengutuki hari yang panas dan berdebu. Jakarta semakin sesak saja oleh muka-muka seperti itu. Cukup ongkos seribu rupiah, dan sampailah sudah. Bukan ITC namanya kalau sepi, karena lihatlah orang-orang sibuk bertransaksi. Ada yang menjual dan membeli. Ada yang untung dan merugi. Saya menerobos lautan manusia dan segera mencari tangga ke bawah, ke hembusan AC yang dituju itu.

Sebenarnya hari itu tidak berniat membeli buku, mungkin sama juga dengan kebanyakan orang yang hanya sibuk membaca, bagai toko buku itu perpustakaan umum saja. Buku-buku baru yang bagus-bagus seperti semangkuk sop buntut yang menggoda perut-perut lapar, mereka bertumpuk dan tersenyum sinis kepada para penggemar buku yang berkantong tipis. Saya datangi mereka dan saya berbisik : “Covermu saja kau bagus-baguskan, sampai hargamu mahal dibuatnya, padahal isi kau hanyalah tulisan-tulisan kering dan hambar”. Lalu saya tinggalkan mereka, dan menuju buku-buku novel yang warna-warni covernya, bagai kembang gula yang sering dikerubuti anak-anak.

Buku yang saya beli bukanlah cerita fiksi, meskipun berada di rak novel. Mungkin karena para penulisnya adalah anggota Forum Lingkar Pena, yang mayoritas sering menulis cerita fiksi. Hikari No Michi : adalah kumpulan cerita tentang proses mendapatkan hidayah yang dialami para muallaf Jepang, tentang mendapatkan jalan terang dalam naungan Islam. Selain itu, diceritakan juga bagaimana kehidupan sehari-hari Muslim Jepang yang banyak menikah dengan orang Indonesia, pernikahan lintas negara, tapi dalam satu ikatan yang kuat, yaitu ikatan akidah. Di negara yang budaya minum sakenya sangat kuat, mereka berjuang mendapatkan dan mempertahankan akidah. Begitulah kira-kira isinya.

Saya ambil satu dan segera meluncur ke kasir. Saya harus bayar, biar tidak ditangkap satpam. Dan hembusan AC semakin dingin. [ ]

No comments:

Mudik dan Hal-hal yang Tak Selesai