01 October 2012

Tamu

Selamat datang kawan. Apakah ada yang hendak kau bicarakan?. Tak masalah walaupun itu soal caci maki dan serapah, tapi setidaknya kau lepaskan dululah topeng itu. Tak enak rasanya berbincang-bincang di rumah tapi tidak tahu siapa yang diajak bicara. Oh iya, kau mau minum apa?, kopi atau teh saja?. Apakah kau gemar menghisap cigarette?.

Begini kawan, rumah ini bukan ruang kendali siar sebuah statiun televisi yang mesti menyebut nama korban kriminalitas dengan sebutan "mawar" atau "melati" dan di dalam kurungnya ada tulisan "bukan nama sebenarnya". Kita terbuka sajalah. Sekali waktu saya juga pernah muntah di sebuah laman yang berbicara tentang Pram--beberapa bukunya saya sukai--, dan kawan bisa lihat sendiri di sana.

Adalah hak setiap tamu untuk dimuliakan, termasuk jika itu adalah sebuah tantangan untuk berperang. Kalau memang tamu itu menginginkannya, maka tuan rumah harus "memuliakannya" dengan menerima tantangan itu. Ini bukan soal nyali, tapi mencoba melayani dengan baik dan sepenuh khidmat.  Tentu saja tak pantas sebenarnya kalau harus ribut di rumah ini, apalagi dengan diksi yang vulgar tanpa baju samar. Seperti misalnya menyebut "pengecut". Nah, mari lebih baik kita minum kopi saja, kita larung dan istirahatkan setiap emosi dan dendam, setidaknya untuk sementara. Nanti jika kopi telah habis, mari kita nyalakan lagi alarm tanda bahaya itu.  [ ]

                                        sambil ngopi enaknya dengerin Float :)

No comments:

Kang Ajip Sakolébatan…