05 August 2012

Membungkam Para Jago Manuver

Akan aku buktikan bahwa segala teori itu tak lebih dari sekedar omong kosong. Ini aku, yang membenci segala ilfiltrasi dalam wujud petualangan dan strategi. Masadepan begitu luas kawan, jadi kenapa mesti diserahkan kepada para samurai?. Para laksamana yang gerbong masalalunya berderet, kali ini, biarkan mereka meledak. Suatu hari nanti, air dan minyak itu akan jelas terlihat, jadi biarkan kali ini mereka lupa, mabuk, sampai akhirnya tersedak.
(sebatang dululah, kawan)
Jika kejujuran dianggap tidak cukup, maka setiap orang harus mempunyai pisau tajam untuk merobek perut, mengeluarkan hati, dan meneliti apa sesungguhnya yang terjadi di telaga darah itu. Proyeksi tentang tulang rusuk atau imam, bukanlah sebuah manifestasi politik, jadi buat apa mengerahkan segala manuver?. Dan jika pertanyaan retoris ini pun tidak dapat dimengerti, maka bergabunglah dengan kafilah mereka itu, kafilah yang gemar tebar pesona, tebar kata-kata wangi, dan para penyair salon.

Ini aku. Maka berdirilah di belakangku dengan tegak, dengan tidak terlalu ramah, dengan sikap yang teduh seperti pohon di belakang gedung itu, dan berhentilah membicarakan masalalu. Jika hari itu tiba, akan aku kuburkan Freud beserta segala teorinya. [ ]

No comments:

Mudik dan Hal-hal yang Tak Selesai