10 August 2012

Float dan Kecerdasan Emosi

Carilah sendiri di youtube, jangan suruh saya memindahkannya ke sini. Ya, pernahkah nonton film 3 Hari Untuk Selamanya?. Nicholas Saputra keranjingan ganja di sepanjang perjalanan Jakarta-Yogya, dan Adinia Wirasti having sex with her boyfriend. Ah, terdengar sangat anak muda, bukan?. Tapi dialognya kurang menggigit dan banyak quotes yang lebih cocok berada di kartu undangan ulangtahun bocah SD atau buku tulis keluaran Sinar Dunia, daripada keluar dari dua orang bengal itu. Kalau ada yang menarik barangkali karena Riri Riza berani membuat film tanpa plot dan sondtracknya yang nge-float :

Lewat sudah tiga hari tuk selamanya
Dan kekallah detik detik di dalamnya

Tunggu sejuta rasa di hati
Yang dulu diingkari
Mungkinkah cinta itu di sana
Dua hati merekah

Bagai mimpi terwujud tak disadari
Kata hati tak semua didengarkan lagi
Waktu berpacu harap pun jadi
Hasrat tuk memiliki
Kini tersisa reka semata
Cara untuk kembali

Semula indah terasa
Mereka seribu rencana

Mungkinkah hati miliki kembaran rasa
Semua henti di sana… percuma

Langit biru setiap liku jalan itu
Akan selalu melukiskan kisah itu
Rindu yang kian terbendung lama
Akan mencapai batasnya
Terbuai indah kenangan baru
Sesal jadi menyatu
Segalanya tlah berlalu
 
Semula indah terasa
Mereka seribu rencana
Mungkinkah hati miliki kembaran rasa
Semua henti disana… percuma
Semua henti di sana… percuma

No comments:

Kang Ajip Sakolébatan…