06 July 2012

Membuang Hantu Visi

Kalau memang membaca dan menulis itu tidak ada manfaatnya, bahkan dalam wujudnya yang paling mikro sekalipun, dengan kata lain hanyalah sebuah ilusi, hanyalah sebuah omong kosong para pecinta imajinasi, maka sungguh saya akan mencintai omong kosong itu. Saya begitu mencintai kegiatan tanpa manfaat ini. Biar tak terbebani maka saatnya untuk membuang jubah sejarah yang seringkali digadang-gadang dari setiap percik dan renik huruf. Setiap yang ditulis tidak harus selalu menjadi serdadu pesan, atau prajurit pembawa pelajaran, lepaskan semua hantu-hantu itu, nikmati saja, selami jiwamu yang kering, yang merindukan air kesejukan yang digali dari mata air kata-kata. 

Kata-kata adalah selera, minat, passion. Adalah mood yang sering berganti-ganti. Seperti saat ini ketika saya mulai bosan dan tak bersimpati kepada tulisan-tulisan seorang kawan. Logika mainstream tak pernah sampai kepada satu kesimpulan bahwa para peminat buku dan tulisan hanyalah manusia-manusia haus pesta, hanyalah jiwa-jiwa yang melepaskan kepenatan dalam labirin benda-benda subversive. Mereka seringkali hanya dilabeli sebagai kumpulan orang-orang serius, garing, kaku, out of date, tercecer ketingglan zaman. Ini sebenarnya bukan masalah, sebab membaca bukan untuk mencari label, tapi sederhana saja, sama sederhananya dengan dugem, dengan mengutak-ngatik BB atau Android, dengan penaklukkan atap-atap dunia, dengan olahraga tepok bulu angsa, dengan komunitas pemilik motor pabrikan Jepang, atau dengan hobi kadaluarsa seperti filateli dan dansa. 

Sudah saatnya komunitas pecinta kata-kata membunuh slogan “Turut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Cinta tidak lahir dari jargon, cinta mengalir seiring laku dan pengalaman, sebab cinta adalah mengalami. Visi-visi futuristik yang sering terdengar megah justru akan menjadi boomerang yang menyesatkan ketika buku dan tulisan dilihat sebagai antithesis kesejahteraan, kemajuan, dan daya beli. Buku memang seharusnya berdiri sendiri, tidak dikait-kaitkan dengan profesi, keyakinan, apalagi dengan merek deodorant. [ ]

No comments:

Kang Ajip Sakolébatan…