14 May 2012

Rekonsiliasi

Hujan. Tapi ini tidak tepat. Rokok habis, uang tipis, dan besok wisuda. Lalu apa yang diharapkan dari hujan jika kondisi seperti itu?. Paling hanya menjadi kanal untuk mengalirkan kekesalan. Siapa yang mau menukar cita-cita?. Telah sampailah sekarang di penghujung, tepat beberapa hari sebelum menyerahkan kepala dipenggal kalung, toga, dan topi aneh yang dilemparkan ke udara. Dari tadi malam pertanyaan yang telah lama dipendam ini tak mau juga pergi : untuk siapa sebenarnya ini semua?.

Kawan-kawan telah berlari jauh. Sementara saya seperti labi-labi yang terseok di belakang. Apakah hidup adalah kompetisi?. Kenapa kecepatan harus disamakan dengan oranglain?. Dan jika kecepatan dikurangi maka orang-orang ramai menamainya sebagai ketertinggalan. Tapi memang rohani ini rohani bumi, sebab yang pertama kali dibandingkan selalu saja para pengantar yang hanya sampai di tepi kuburan.

Ada apa dengan pohon?. Apakah mereka tumbuh dengan mata nyalang melihat kiri dan kanan?. Rasa-rasanya mereka tumbuh tanpa menoleh tetangga. Lapar memang memalukan, tapi jatah tak akan pernah habis sebelum hidup selesai. Dan hujan masih menderap di balik jendela. Angin masih menjatuhkan daun-daun pohon mangga.

Darimana mengukur kelas sosial?. Apakah setiap orangtua memproyeksikan anaknya untuk menempati kelas sosial tertentu?. Buruk sangka, mungkin itu yang sering dilekatkan oleh saya, dengan sepenuh kesal, kepada orangtua. Memang tiap generasi punya bahasanya masing-masing, tapi benarkah bahasa kebaikan punya kosa-kata yang berlainan?.     

Ponsel berbunyi, tapi saya pura-pura tuli. Mulut sedang tidak minat untuk banyak bicara. Kata-kata tercekat, terbata-bata. Besok wisuda, dan sangat sempurna : tiga tahun diakhiri dan hanya untuk menghadiri seremoni yang kelak diabadikan untuk menjadi lampu kristal pajangan. Berdiri saya di balik jendela, melihat arsiran hujan yang membelah udara. Pikiran-pikiran salah sangka coba saya benamkan. Saya harus berdamai dengan semua ini. Agenda sudah menunggu di muka, dan masalalu saya rayakan bersama mie rebus. [ ]

28/2/2012

No comments:

Mudik dan Hal-hal yang Tak Selesai