19 May 2012

Bank Bung


Hai Bung, kapan pertamakali RBB dilempar ke ruang publik?, oh saya lupa lagi. Mudah-mudahan tidak ada yang ingat biar tak ada yang mau bikin semacam acara ulangtahun RBB. Tapi Bung tentu masih ingat, tulisan di RBB tidak dimulai dari tiga atau empat, melainkan diawali dari satu. Sekarang, oh sudah banyak sekali tulisan yang hadir di sini. Tak perlulah kita berbasa-basi tentang "semoga tulisan ini menjadi pelajaran", tak perlulah hal seperti itu. Kita teruskan saja menulis sambil minum kopi, bakar cigarette bagi yang belum bisa berhenti, atau sambil minum susu dan makan biskuit bagi kaum peduli kesehatan. Bolehlah kita juga tidak melupakan membaca buku, nonton film, atau menikmati lagu favorit. Menulis saja biar seperti bank yang kaya oleh uang, sedangkan RBB kaya oleh tulisan. Selamat tidak berhenti, selamat tenteram oleh sesuatu yang Bung anggap benar, selamat pahit yang sebenarnya manis, selamat menjadi bank tulisan. Dank U. [ ]

No comments:

Kang Ajip Sakolébatan…