18 March 2012

17 Film Favorit (Edisi 01 – Januari 2012)

“Sinema adalah medium yang dapat dengan efektif menangkap kegelisahan-kegelisahan manusia.” (Riri Riza)

***

Jangan salah mengerti. Ini bukan film-film favorit yang tayang di bulan Januari 2012, tapi maksudnya adalah film-film favorit saya dari pertamakali mengenal film (entah tahun berapa) sampai bulan Januari 2012, bulan yang rajin sekali mandi. Serbuk hujan hampir setiap hari berhamburan. Ini memang sangat subyektif, sangat tergantung selera. Dan tak penting betul sebenarnya diketahui oleh orang lain. Tapi selama masih bisa menuliskannya, kenapa menyembunyikannya?. Inilah dia sehimpunan film itu :

· Mary and Max (Adam Elliot) --- Film animasi dengan tema yang tidak ditujukan buat anak-anak. Mary adalah seorang anak kecil yang tersisih dan kesepian secara sosial. Ibunya seorang alcoholic dan sangat menjengkelkan. Dia tinggal di Australia. Suatu hari dia mau curhat dengan mengirimkan sebuah surat, tapi bingung harus mengirimaan ke siapa?, kawan saja tidak punya. Akhirnya dia menemukan sebuah nama dari buku telepon macam Yellow Page. Dan dialah Max orangnya. Max tinggal di Amerika, usianya tak kurang dari 40 tahun, dan seperti halnya Mary, dia juga tersisih secara sosial. Kedua pecundang sosial yang umurnya berbeda itu akhirnya berkomunikasi lewat surat, mereka bercerita tentang masalahnya masing-masing. Sebuah komunikasi tentang orang-orang yang “tidak diterima” dunia.

· The Namesake (Mira Nair) --- Jangan terlanjur phobia. Ini memang film India. Pemainnya ada orang India, sutradaranya keturunan India, dan penulis novelnya pun (film ini diangkat dari novel) konon berdarah India juga. Tapi kawan akan terbebas dari adegan kejar-kejaran di bawah guyuran hujan, atau menari sambil sesekali bersembunyi di balik pohon. Mira Nair memang berkhotbah di ujung film ini, tapi itu tak mengurangi citarasanya. Novelnya pun sama bagusnya dengan film.

· Goodby Lenin (Wolfgang Becker) --- Ketika tembok Berlin runtuh, anda tidak bisa lagi mengurung diri. Dunia semakin borderless.

· (500) Days of Summer (Marc Web) --- Yang paling menggetarkan adalah di penghujung film, waktu Summer mengatakan kenapa dia tidak memilih Tom : “Karena aku tidak yakin kamu benar-benar bisa diandalkan”. Ah, juara!.

· The Song of Sparrows (Majid Majidi) --- Sudah pernah nonton film Children of Heaven?. Sepasang kakak beradik yang bermasalah dengan sepatu itu?. Nah, film ini juga disutradarai oleh orang yang sama. Dan hasilnya memang tidak mengecewakan.

· Departure (Yojiro Takita) --- Menonton film ini membuat saya ingin segera berumahtangga, hahaha.

· No Country for Old Men (Joel dan Ethan Coen) --- Pure adrenalin. Nafas banyak tertahan sepanjang film diputar. Begitu menegangkan. Tapi endingnya kenapa agak sedikit membingungkan?.

· Fiksi (Mouly Surya) --- Ini adalah kebalikan dari film Alice in Wonderland. Debut Mouly Surya yang cukup menjanjikan.

· A Curious Case of Benjamin Button (David Fincher) --- Saya curiga, jangan-jangan penulis narasi di film ini pernah membaca juga buku Einsten’s Dream karya Alan Lightman. Tapi film ini memang berbicara tentang waktu secara memesona. Misterius sekaligus mengundang kontemplasi. Dan satu lagi, tekhnologi merekayasa wajah para pemeran yang betul-betul meyakinkan. Salut!.

· Changeling (Clint Eastwood) --- Setelah menonton film ini, seorang kawan sempat berkata, “Di mana-mana, polisi memang menjengkelkan.” Buat para penggemar scene “panas” Angelina Jolie, jangan berharap banyak di film ini, sebab dia sedang bermain watak.

· Burn After Reading (Joel dan Ethan Coen) --- Film yang menyegarkan, seperti makan semangka setelah lari jarak jauh. Humor yang cerdas, dan para pemain yang brilliant.

· Melancholia (Lars von Trier) -- Lupakan Armagedon, 2012, The Day After Tomorrow, dan film-film tentang kehancuran dunia lainnya. Film ini datar dan cenderung membosankan di awal, tapi mencekam di belakang. Lebih manis, dan lebih bisa diterima akal.

· Daun Di Atas Bantal (Garin Nugroho) -- Acting anak-anak di film Laskar Pelangi akan terlihat sangat menyedihkan jika dibandingkan dengan anak-anak jalanan yang bermain di film ini. Begitu lepas, begitu natural.

· Grand Torino (Clint Eastwood) --- Kakek tua menghajar para begundal dalam suasana krisis rasial. Clint Eastwood, salahsatu actor yang actingnya tidak pernah menyebalkan. Dua jempol!.

· Eternal Sunshine of The Spotless Mind (Michel Gondry) --- Ingatan dan kenangan yang begitu kuat.

· Gie (Riri Riza) --- Sebuah statement sejarah dan tentang belajar malu. Kerja panjang duet kribo Riri-Mira dan soundtrack “dark” dari Eross. Mr. Ego dari Speaker 1st cocok diputar di pagi hari untuk kawan minum kopi.

· Le Grand Voyage (Ismaël Ferroukhi) --- Anak : ”Mengapa Ayah tidak naik pesawat terbang saja ke Makkah?. Ini akan lebih mudah.” Ayah : ”Air laut baru akan kehilangan rasa pahitnya setelah ia menguap ke langit.” [ ]

---31 Jan ‘12

No comments:

Mudik dan Hal-hal yang Tak Selesai